Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan memenuhi standar kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan.
Pengawasan dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi penjualan takjil serta mengambil sampel makanan dan minuman dari para pedagang.
“Selama Ramadan, salah satu kegiatan pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan adalah melakukan inspeksi dan pengawasan terhadap makanan yang diperjualbelikan di pasar-pasar Ramadan,” ujar Ismed, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, pengawasan tersebut juga melibatkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
“Beberapa sampel makanan diambil untuk diuji. Dari Balai Besar POM juga membawa mobil laboratorium yang bisa langsung digunakan untuk mengecek apakah makanan atau minuman tersebut memenuhi standar keamanan pangan,” jelasnya.
Salah satu lokasi yang telah dilakukan pemeriksaan adalah Pasar Ramadan di kawasan GOR Segiri Samarinda. Di tempat tersebut, petugas memeriksa berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual pedagang.
Selain bekerja sama dengan BBPOM, Dinkes Samarinda juga melibatkan seluruh Puskesmas di kota tersebut untuk melakukan pengawasan di wilayah masing-masing.
Ismed menyebutkan pihaknya telah mengirimkan surat kepada 26 Puskesmas agar tenaga kesehatan lingkungan turut melakukan pemantauan keamanan pangan.
“Kami berharap para pedagang memperhatikan kebersihan serta keamanan makanan yang dijual. Masyarakat juga diharapkan lebih selektif dalam memilih makanan agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.
Editor: Erwin