Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim menggandeng kalangan akademisi dengan melibatkan mahasiswa dalam program Digital Kaltimpreneurs 2026.
Program yang resmi dibuka pada 4 Maret 2026 lalu tidak hanya fokus pada pelatihan bisnis digital bagi UMKM, tetapi juga menghadirkan pendampingan langsung melalui program Digitalisasi Ekonomi Kerakyatan bersama Mahasiswa Unggulan (Derawan). Program ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengatakan, transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengarah ke platform digital.
“Peluang ekonomi digital sangat besar. Karena itu UMKM harus memiliki semangat bertransformasi dan berinovasi agar mampu meningkatkan daya saing,” kata Bayu Jumat (6/3/2026).
Melalui program ini Bank Indonesia mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas digital, mulai dari pemasaran daring, penggunaan sistem pembayaran digital, hingga pengelolaan laporan usaha yang lebih terintegrasi.
Sebanyak 50 UMKM terpilih dari lima kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mengikuti program tersebut. Mereka akan menjalani rangkaian tahapan mulai dari kurasi, edukasi, pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi.
Yang menarik, sebanyak 16 mahasiswa unggulan FISIP Universitas Mulawarman dilibatkan untuk mendampingi UMKM secara langsung. Para mahasiswa bertugas membantu pelaku usaha memanfaatkan e-commerce dan media sosial, memperbaiki administrasi usaha, hingga mengembangkan identitas merek agar lebih kompetitif di pasar digital.
Dekan FISIP Universitas Mulawarman Finnah Fourqoniah menyebut, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa di lapangan.
“Mahasiswa hadir sebagai agen perubahan yang membantu meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dalam pendampingan masyarakat,” jelasnya.
Program Digital Kaltimpreneurs 2026 juga melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM sehingga mampu menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Editor: Aspian Nur