Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Indah (24) mengungkapkan sulitnya menjaga usaha di tengah beban operasional yang terus naik.
“Saya ada di posisi yang mustahil. Jika harga gorengan dinaikkan, pelanggan bisa menjauh. Akhirnya, saya memilih menggerus keuntungan yang sudah sangat tipis, hanya agar kompor tetap bisa menyala,” ucapnya, Minggu (1/3/2026).
Momen yang seharusnya penuh keberkahan justru terasa sangat menyesakkan bagi mereka yang menggantungkan hidup pada dagangan harian. “Ramadan kali ini terasa seperti ujian ketahanan fisik dan mental yang paling berat,” ungkap Indah.
Dirinya berharap adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui untuk melakukan intervensi pasar.
Tidak sampai di situ, kelangkaan tabung gas ini juga dikeluhkan warga di wilayah Desa Kahal Hilir, Kecamatan Kenohan. Kondisi ini menyulitkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dalam memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Selain sulit diperoleh, harga gas melon di tingkat pengecer melonjak mencapai Rp50.000–Rp60.000 per tabung.
Tanpa langkah cepat, dikhawatirkan inflasi daerah akan semakin meningkat dan memukul daya beli masyarakat luas menjelang hari raya Idulfitri.
Editor: Erwin