Konsep kuliner Nusantara dipilih untuk menjawab keragaman latar belakang masyarakat Kota Tepian yang datang dari berbagai daerah.
Chef Townhall Restaurant Yadie menjelaskan, setiap tahun Midtown Hotel konsisten mengusung tema makanan Nusantara. Hal itu dilatarbelakangi banyaknya masyarakat Samarinda yang berasal dari Jawa, Sumatera hingga Sulawesi.
“Saya tahu di Samarinda banyak orang dari luar daerah jadi saya ingin mereka yang kangen masakan asli daerah mereka, istilahnya masakan ibu,” kata Yadie.
Konsep tersebut diwujudkan melalui menu berbeda setiap hari di hotel yang terletak di Jalan Hasan Basri No.58 Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang ini.
Ada sajian khas Sumatera, Betawi, Sulawesi Selatan seperti Makassar dan Manado, hingga masakan Kalimantan. Variasi ini diharapkan memberi pengalaman berbuka yang tidak monoton. Menu olahan kambing menjadi satu diantara daya tarik. Setiap hari diolah dengan cara berbeda, mulai dari gulai, sop kambing Betawi, hingga tongseng.
Selain itu hidangan khas Timur Tengah seperti UMM Ali dan baklava juga rutin hadir karena banyak tamu yang menantikannya. “Yang bikin mereka kangen itu kaya UMM Ali, bakalava. Itu yang selalu dicari,” sebut Yadie lagi.
Konsep all you can eat seharga Rp185 Ribu per orang mencakup takjil, aneka appetizer, main course Nusantara, makanan Arabic hingga live cooking. Menu live cooking seperti kebab dan bakso selalu menjadi incaran tamu.
Untuk minuman, smoothies kurma dan jus kedondong termasuk yang paling banyak diminati, selain ice tea, lemon tea dan teh susu atau chai.
Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Pada hari pertama Ramadan, restoran menyiapkan sekitar 80 pax dan seluruhnya terisi. Untuk hari berikutnya, reservasi bahkan sudah mencapai 130 pax.
Menurut Yadie, tamu tetap biasanya telah memahami pentingnya memesan tempat lebih awal, terutama memasuki pekan kedua Ramadan. Selain sajian kuliner, restoran juga menyiapkan promo hingga pekan ini dengan doorprize berupa aneka elektronik seperti mesin cuci dan kulkas, serta voucher yang akan diundi pada akhir periode.
Melalui konsep kuliner Nusantara yang berganti setiap hari, pihak restoran berharap Ramadan menjadi momen menghadirkan kembali cita rasa rumah bagi para perantau di Kota Samarinda.
Editor: Aspian Nur