Minyak goreng dijual bervariasi antara Rp23 ribu–Rp25 ribu per liter, sedangkan gula pasir berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram.
Selain itu, harga beras juga mengalami lonjakan. Di ibu kota kabupaten, beras premium kemasan 25 kilogram kini mencapai sekitar Rp500 ribu per sak. Sementara di kecamatan lain, harga yang sebelumnya berkisar Rp400 ribu–Rp500 ribu per sak melonjak menjadi Rp650 ribu–Rp700 ribu per sak.
“Penyebab utama kenaikan ini karena kapal barang yang mengangkut pasokan ke Mahulu terkendala. Selain itu, beberapa waktu lalu distribusi juga terhambat akibat air sungai surut,” kata Analis Kebijakan Ekosda Mahulu, Indira Reisia Angun, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, disparitas harga antar kecamatan masih terjadi, terutama di wilayah hulu seperti Long Apari dan Long Pahangai. Kenaikan harga di wilayah tersebut bisa mencapai 10 hingga 30 persen dibandingkan harga di ibu kota kabupaten. “Setiap kecamatan berbeda-beda. Di wilayah hulu selisihnya cukup tinggi,” jelasnya
Untuk stok pasar, secara umum dinilai masih aman. Namun, stok beras di sejumlah toko mulai menipis karena keterlambatan pasokan dari kapal barang.
Sebagian besar pasokan bahan pokok Mahakam Ulu masih bergantung dari Samarinda dan Kutai Barat. Ketika pengiriman kapal mengalami hambatan, dampaknya langsung terasa pada harga di tingkat pasar.
Pemerintah daerah saat ini terus memantau pergerakan harga serta menyiapkan langkah intervensi guna menekan lonjakan lebih lanjut, terutama menjelang momen peningkatan kebutuhan masyarakat.
Editor: Erwin