Menurutnya, masyarakat saat ini sudah mengerti pola belanja digital, karena itu TAS harus mampu beradaptasi dengan menyediakan platform yang memudahkan akses para konsumen.
“Pemerintah bisa membuat aplikasi seperti Shopee, nanti semua kebutuhan konsumen tersedia dalam aplikasi yang mengakomodir produk lokal itu, ini akan menjadi sarana promosi yang sangat efektif dan memudahkan masyarakat untuk memilih lalu berbelanja barang lokal,” ujar Sopan Sopian, Jumat (6/2/2026).
Penting juga keterlibatan masyarakat sekitar, khususnya para penyedia jasa ojek pangkalan yang belum tergabung dalam platform ride-hailing besar.
“Pemerintah dapat pengelola TAS dan melibatkan jasa ojek lokal sebagai tenaga pengantaran. Upaya ini akan menumbuhkan ekonomi kerakyatan secara langsung,” jelasnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah menjelaskan, Pemkab Kukar telah mengambil langkah strategis untuk membawa produk TAS ke ranah digital. Pihaknya juga kini tengah menjalin kerja sama dengan raksasa e-commerce nasional.
“Kami sudah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Shopee supaya produk lokal bisa masuk ke dalam aplikasi mereka,” jelas Sayid.
Pihak Shopee dijadwalkan akan segera berkunjung ke Kukar untuk meninjau potensi kerja sama tersebut secara langsung. “Kami harap langkah ini bisa meningkatkan volume penjualan pedagang di TAS secara signifikan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur