Untuk diketahui, Peraturan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025 menetapkan HET beras premium untuk Zona 2 sebesar Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium Rp13.100 per kilogram. Adapun harga Minyak Kita ditetapkan maksimal Rp15.700 per liter.
Sedangkan, harga beras di Bontang untuk saat ini adalah Rp16.400 per kilogram dan harga cabai justru mengalami lonjakan signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp40 Ribu per kilogram, kini harganya menembus Rp70 Ribu per kilogram.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Ahmad Aznem mengatakan, pemkot akan melakukan evaluasi dan menyusun langkah untuk mengendalikan harga.
"Mendekati bulan Ramadan dan Idulfitri memang biasanya diiringi peningkatan permintaan. Kami akan lakukan langkah lanjutan agar harga-harga bisa dikendalikan," kata Aznem Jumat (6/2/2026).
Selain menjaga stabilitas harga, langkah tersebut nantinya juga bertujuan untuk melindungi konsumen dari praktik penjualan yang merugikan dan menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Debora Kristiani menambahkan, harga beras premium sempat mencapai Rp17 Ribu per kilogram saat menjelang Natal 2025.
“Tingginya harga pangan di Bontang salah satunya dipengaruhi oleh biaya transportasi dari daerah produsen, kondisi tersebut membuat harga barang sudah tinggi sejak diterima pedagang," pungkasnya.
Diharapkan kenaikan harga bahan pokok tidak terus berlanjut dan dengan akan dibangunnya gudang bulog di Bontang mampu memperkuat cadangan pangan sekaligus membantu pemerintah dalam menstabilkan harga.
Editor: Aspian Nur