“Kalau bentuk fisik pasar sangat layak, tapi kami harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan di dalamnya,” kata salah satu pedagang, Ahmad, Minggu (4/1/2026).
Ahmad mengaku pengisian petak baru dilakukan secara bertahap. Kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan alat sangat menjadi beban pribadi.
“Saya mulai menyicil seperti pembuatan meja dan fasilitas lainnya. Kami sebenarnya ingin sekali segera buka, tapi keuangan tidak mendukung,” ungkapnya.
Sementara, Plt Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah mengungkapkan terus mendorong para pedagang untuk tidak patah semangat. Targetnya, saat pasar diresmikan oleh Bupati Aulia Rahman Basri nanti, seluruh petak sudah beroperasi untuk berjualan.
Pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan melalui sektor perbankan daerah. Pedagang bisa mengajukan pinjaman melalui Program Kredit Kukar Idaman Terbaik di Bankaltimtara.
Program ini telah dirancang khusus dengan bunga nol persen pada skema tertentu untuk mendorong pelaku usaha lokal agar bisa naik kelas.
“Kami ingin pedagang optimis. Pasar ini sudah nyaman dan modern. Dengan bantuan modal dari KKI, kami harap transisi ke pasar baru ini bisa lebih cepat,” tutupnya.
Editor: Erwin