Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani mengatakan, pertumbuhan tersebut seiring dengan meningkatkan aktivitas penerbangan angkutan mudik Nataru 2025-2026.
"Bahkan untuk permintaan avtur telah naik 7,9 persen dan ini masih lebih rendah dari prediksi kami yakni sekitar 9 persen," kata Isfahani, Senin (22/12/2025) sore kemarin.
Selain avtur, permintaan BNM jenis gasoline (PertamaX, Pertamax Turbo, dan Pertalite) juga akan mengalami peningkatan. Demikian halnya dengan Gasoil seperti Pertamina Dex dan Dexlite, dan Solar.
"Ketahanan stok gasoline antara 4 sampai 9 hari, gasoil 10 hari dan LPG cukup untuk 4 hingga 7 hari. Kami juga telah mendapatkan perencanaan kedatangan kargo untuk produk-produk ini pada hari-hari berikutnya," ujarnya.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Nataru 2025-2026. Bahkan khusus Regional Kalimantan telah siaga sejak 13 November 2025 hingga masa akhir satgas pada 11 Januari 2026 mendatang.
"Kami menyiagakan seluruh fasilitas operasi seperti armada mobil tangki dan lembaga penyalur selama masa Satgas Nataru 2025-2026.
Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan lebih dari 20 Terminal BBM dan LPG, serta hampir 8 ribu mobil tangki untuk seluruh Kalimantan yang meliputi angkutan BBM, bahan bakar penerbangan, dan LPG. Termasuk memaksimalkan 1.400 lembaga penyalur BBM yang 90 diantaranya merupakan pelayanan SPBU 24 jam.
"Kemudian ada 515 lembaga penyalur atau agen LPG dan 326 agen kami siagakan 24 jam," ungkapnya.
Sedangkan untuk mendukung arus mudik yang melalui Tol IKN, Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan BBM terhadap dua SPBU yang berdekatan dengan gerbang tol.
"Kami menyiagakan keaktifan stok BBM pada SPBU Batakan untuk Kota Balikpapan dan SPBU Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara," pungkas Isfahani. (*/kk)