Salah satunya dari Hartati, pedagang makanan yang mengaku senang dan optimistis dengan penataan pasar baru yang lebih rapi dan modern.
Ia menilai konsep Pasar Tangga Arung saat ini berbeda dengan pasar tradisional pada umumnya. Menurutnya, pedagang tidak perlu lagi menambahkan berbagai atribut di bagian depan lapak seperti spanduk atau atap tambahan, sehingga tampilan pasar terlihat lebih bersih dan tertata.
“Kami tidak ingin menambahkan apa pun di bagian depan lapak agar terlihat rapi. Kalau pasar tradisional dulu biasanya masih ada tambahan seperti spanduk atau atap. Namun di pasar ini, kami berharap tampil bersih sehingga benar-benar terasa seperti pasar modern yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia juga menilai fasilitas dan ukuran pasar sudah sangat memadai untuk menunjang aktivitas perdagangan. Dengan kondisi tersebut, para pedagang memiliki ruang yang cukup untuk berjualan sekaligus mengembangkan usaha.
“Untuk ukuran pasar, menurut saya sudah sangat cukup, bahkan sangat memadai. Ini sudah sangat layak untuk kami berjualan dan mengembangkan usaha,” katanya.
Hartati sendiri merupakan pedagang kuliner yang menjajakan tongseng dan nasi campur. Sebelum direlokasi, ia berjualan di pinggir Pasar Tangga Arung lama.
Selama masa relokasi, ia sempat berjualan di kawasan Lapangan Pemuda namun omset tidak stabil. Ia pun berharap, dengan kondisi pasar yang lebih tertata saat ini, pendapatannya ke depan dapat meningkat.
“Dulu pemasukannya sangat bagus, bahkan luar biasa. Harapan saya, dengan kondisi pasar yang sekarang, ke depan bisa lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
Saat ini, para pedagang masih menunggu informasi resmi terkait waktu mulai berjualan setelah peresmian pasar. Meski demikian, pedagang sudah dipersilakan untuk mulai bersiap dan menata lapak masing-masing.
Hartati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia menilai pemerintah telah bersikap adil dengan memberikan ruang usaha bagi para pedagang dari berbagai latar belakang.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemerintah sudah memberikan tempat usaha secara adil bagi kami para pedagang dari berbagai suku,” pungkasnya.
Editor: Erwin