Hal ini menyusul temuan dalam sidak pasar pada Rabu (10/12/2025), di mana sejumlah tabung elpiji 12 kilogram diketahui tidak memenuhi standar isi yang semestinya.
Beberapa tabung bahkan tercatat mengalami kekurangan hingga 1 kilogram. Temuan tersebut memicu langkah cepat dari jajaran kepolisian untuk memastikan pasokan elpiji aman bagi masyarakat.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan, mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian isi tabung tersebut telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait.
“Hasil penimbangan menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan. Karena itu kami segera berkoordinasi dengan Pemkot, Varia Niaga, Pertamina, SPBE, agen, dan pangkalan untuk memastikan penyebab dan penanganannya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jum’at (12/12/2025).
Lanjutnya, pengecekan lanjutan akan dilakukan guna memastikan tidak ada gangguan distribusi.
“Tim akan turun langsung melakukan pemeriksaan ke SPBE sebagai pemasok, termasuk ke agen-agen elpiji di Samarinda,” ujarnya.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar juga menegaskan jaminan keamanan distribusi elpiji menjadi prioritas menjelang hari besar keagamaan.
“Kami memastikan jalur distribusi elpiji tetap aman dan terkendali. Bila ada laporan terkait penyimpangan atau pengurangan isi tabung, akan kami tindak lanjuti secara tegas,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan stok. “Kami berkomitmen memastikan pasokan elpiji tetap stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru,” tutupnya.
Editor: Erwin