Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widhihartanto, menegaskan stabilitas transaksi menjadi prioritas utama, terutama karena aktivitas ekonomi masyarakat diproyeksikan melonjak signifikan.
Untuk menjaga kelancaran transaksi tersebut, BI menyiapkan Rp4,8 Triliun uang kartal. Jumlah ini disesuaikan dengan tren permintaan uang tunai yang meningkat sekitar 17,4 persen dibandingkan periode sebelumnya. Penyaluran ini diperkuat jaringan kas titipan di Penajam Paser Utara, Sendawar, Sangatta dan Tanjung Redeb.
Kesiapan uang layak edar tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga bagian dari menjaga rasa aman masyarakat dalam bertransaksi.
“BI memastikan suplai uang baru dan pecahan kecil tetap lancar di tengah padatnya mobilitas menjelang liburan panjang,” kata Budi kepada Korankaltim.com Kamis (11/12/2025).
Dalam layanan ke masyarakat, BI menyelenggarakan program SERUNAI 2025 yang menghadirkan kas keliling didelapan titik. Di Balikpapan, layanan tersedia di Gereja Katolik Santa Theresia, Gereja Pantekosta, Gereja Bethany “Favor of God”, dan Gereja Katolik Santa Martinus Lanud. Sementara di Samarinda, kas keliling hadir di Gereja St. Lukas, Gereja Katedral St. Maria “Penolong Abadi”, Sekolah Sunodia serta Sekolah Citra Kasih. Setiap warga dibatasi maksimal penukaran Rp5 Juta.
Penguatan edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah sangat penting, termasuk pengenalan ciri keaslian uang (3D) dan cara merawat uang (5J). “Perilaku merawat Rupiah adalah bentuk sederhana menjaga simbol negara dan mendukung kelancaran transaksi di seluruh daerah,” kata Budi lagi.
Selain memastikan peredaran uang fisik terjaga, BI mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan di akhir tahun belanja sesuai kebutuhan, mendukung produk lokal, serta memperkuat kebiasaan menabung dan berinvestasi agar ekonomi daerah tetap bertumbuh.
Editor: Aspian Nur