Asisten Manajer Supply Chain and Public Service (SCPP) Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda, Ahmad Syaulani menjelaskan stok beras medium yang disiapkan saat ini mencapai 6.300 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan enam kabupaten dan kota dalam beberapa bulan ke depan.
“Jika estimasi kebutuhan sekitar 1.200 ton per bulan, maka stok tersebut cukup untuk lima bulan,” kata Ahmad, Rabu (10/12/2025).
Stabilitasnya pun dipastikan masih terjaga. Harga Eceran Tertinggi (HET) beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog ditetapkan Rp13.100 per kilogram.
Kemudian untuk kategori medium dipatok Rp14.000 per kilogram, dan beras premium berada di angka Rp19.400 per kilogram.
Sementara di tingkat mitra penjualan, seperti ritel dan Toko Siap Jaga Harga dan Pasokan (SIGAP), tarif yang diberlakukan bahkan berada di bawah ketentuan tersebut, yakni sekitar Rp63 ribu per kemasan lima kilogram.
“Jika dibandingkan dengan daerah lain, harga beras di Kaltim relatif sama dengan harga nasional. Memang ada sedikit perbedaan, tetapi secara umum tidak signifikan,” ujarnya.
Untuk menjaga mutu beras, Bulog secara rutin melakukan pemantauan bulanan terhadap mitra penjualan, guna memastikan kualitas tetap terjaga sejak awal distribusi.
Adapun beberapa wilayah kerja Bulog Kantor Cabang Samarinda meliputi Samarinda, Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu, dengan Samarinda sebagai pusat koordinasi.
“Kami tetap melakukan monitoring ke mitra penjualan setiap bulan,” ucapnya.
Selain beras medium, Bulog juga menyalurkan beras premium dengan sejumlah merek, seperti Slip, Super, Sentra, dan Ramos yang saat ini telah tersedia di jaringan ritel.
Dengan kondisi tersebut, Ahmad memastikan pasokan dan harga beras di Kaltim tetap aman dan terkendali menjelang hari besar keagamaan.
“Dari awal, kualitas beras yang didistribusikan sudah dipastikan baik,” pungkasnya.
Editor: Erwin