Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang terus digencarkan menjelang akhir tahun. Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi kegiatan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar.
Berbagai kebutuhan pokok mulai beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, hingga bawang merah dan bawang putih dijual dengan harga di bawah pasaran. LPG 3 kilogram bersubsidi juga tersedia bagi warga yang berhak.
Kepala Disdag Balikpapan Haemusri Umar menyebut pasar murah adalah instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak harga.
“Pemerintah harus hadir ketika harga kebutuhan naik. Pasar murah ini bagian dari upaya kami menyeimbangkan kondisi pasar dan memastikan masyarakat tetap dapat mengakses barang pokok,” kata Haemusri.
Harga yang ditawarkan telah melalui kesepakatan dengan distributor agar tetap kompetitif namun tidak merugikan pelaku usaha.
Khusus komoditas LPG 3 kilogram, pengawasan ketat dilakukan agar distribusi sesuai aturan dan hanya diterima warga yang berhak menerima subsidi.
“Pengawasan lapangan kami lakukan secara langsung. Yang terpenting distribusi tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan,” sebutnya.
Kegiatan berjalan tertib dengan dukungan personel keamanan serta perangkat kelurahan yang membantu mengatur alur antrean. Nantinya Pemkot Balikpapan berencana memperluas pelaksanaan pasar murah ke berbagai kecamatan secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan pokok, menekan inflasi daerah, serta memperkuat stabilitas ekonomi kota.
“Ini komitmen jangka panjang pemerintah, bukan kegiatan sesaat. Kami ingin memastikan kondisi ekonomi Kota Balikpapan tetap aman dan kondusif bagi masyarakat,” tutup Haesmuri.
Editor: Aspian Nur