Ina, pedagang di Pasar Induk Nenang menyebut lonjakan harga tahun ini mencapai dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
“Biasanya harga bawang merah Rp40 Ribu per kilo sekarang sudah naik jadi Rp60 Ribu per kilo, itu pun masih bisa naik lagi kalau pemasok kurang, otomatis barang yang kami jual di pasar ikut naik karena kami ambil barang dari Balikpapan,” kata wanita 48 tahun itu saat diwawancarai Korankaltim Senin (8/12/2025).
Selain harga yang meningkat, Ina juga menyebut kondisi pasar yang cenderung sepi karena banyak masyarakat memilih berbelanja di pasar luar seperti Pasar Toraja dan menilai adanya ketimpangan yang dirasakan pedagang pasar induk.
“Pembeli sekarang agak sepi karena banyak masyarakat membeli diluar karena tidak bayar parkir dan lokasi pasar ada di pinggir jalan raya,” ungkap Ina lagi.
Kondisi tersebut membuat pedagang di pasar induk semakin kesulitan menarik minat pembeli dan Ina berharap pemerintah bisa segera turun dalam menanggapi permasalahan ini.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa menertibkan pasar diluar sehingga masyarakat kembali berbelanja di pasar induk. Kami ini pasar induk, tapi yang ramai justru anak-anak pasar. Malahan induknya yang sepi,” tegas Ina.
Jam operasional yang dianggap kurang fleksibel serta kurangnya komunikasi dari pihak pengelola juga jadi factor penyebab.
“Disini jam jualannya terbatas, beda dengan pasar luar yang bisa buka 24 jam. UPT Pasar Induk Nenang juga kurang bersosialisasi ke pedagang, jadi kami susah mengutarakan pendapat,” pungkas Ina.
Editor: Aspian Nur