General Manager Whiz Prime Hotel Balikpapan Andi Nurwahyu Jaelani Ramadhan mengungkapkan, akhir tahun selalu menjadi periode dengan permintaan tertinggi sehingga hotel mulai menjalankan berbagai pendekatan kreatif untuk memperkuat daya tarik layanan.
“Rata-rata okupansi kami dari Januari hingga Oktober mencapai 78 persen dan biasanya puncaknya terjadi menjelang tahun baru. Tahun ini kami optimistis tren itu terulang, terutama karena ada libur sekolah dan pergerakan wisatawan dari kabupaten maupun kota lain di Kaltim,” kata Andi dalam media gathering di Balikpapan, Kamis (27/11/2025).
Tak hanya mengandalkan penjualan kamar, Whiz Prime menempatkan sektor kuliner sebagai motor baru untuk mengangkat okupansi. Menu makanan diolah homemade oleh tim chef hotel, mulai dari sosis, burger hingga steak.
Langkah ini penting untuk menunjukkan hotel memiliki kompetensi lebih dari sekadar penyedia akomodasi. “Kami ingin memperlihatkan Whiz Prime tidak hanya menyediakan kamar, tapi juga memiliki kualitas makanan yang bisa bersaing,” tegasnya.
Pada perayaan tahun baru, hotel yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Balikpapan Kota ini menggelar program Backyard BBQ Party bertema western, lengkap dengan hiburan musik hingga countdown pergantian tahun. Paket ini dibanderol Rp250 Ribu per orang dan menjadi satu dari beberapa strategi hotel dalam menarik tamu non-inap maupun tamu keluarga.
Dengan 149 kamar dan basis tamu yang didominasi wisatawan keluarga dari kota-kota seperti Bontang, Sangatta, dan Tanah Grogot, Whiz Prime memperkirakan okupansi kembali menyentuh 100 persen.
"Saat ini okupansi Desember masih berada di angka 30 persen karena pola pemesanan tamu yang lazimnya mepet dengan hari H," jelas Andi lagi.
Pola seperti itu selalu sama setiap tahun, injury time atau menjelang hari-H baru mengalami kenaikan. "Mulai banyak itu pas pertengahan Desember, jadi yang mau reservasi lebih baik segera, sebab biasanya penuh," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur