Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, Hasbullah Helmi menegaskan, legalitas usaha itu bukan sekedar terkait administrasi, tapi huga fondasi penting untuk meningkatkan daya saing. Untuk itu ia mendorong pelaku usaha mikro dan kecil yang beroperasi tanpa kelengkapan izin dasar seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) agar segera mengurusnya.
“Legalitas itu menjadi syarat utama untuk mendapatkan kepercayaan, baik dari investor, lembaga keuangan, maupun mitra bisnis. Tanpa itu, sulit untuk berkembang,” ujar Helmi, Sabtu (15/11/2025).
DPMPTSP kini aktif melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha, tidak hanya menuntaskan izin dasar, tetapi juga perizinan lanjutan yang berkaitan dengan sektor usaha berisiko. Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM tak sekadar mendapatkan legalitas, tetapi juga memahami proses dan manfaatnya dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Selain pengurusan izin, Pemkot juga menggenjot promosi daerah melalui kegiatan seperti Balikpapan Tourism Forum yang melibatkan pelaku usaha, investor, dan perwakilan Kementerian Investasi/BKPM.
"Forum ini menjadi wadah memperluas jejaring, terutama di sektor pariwisata, jasa, kuliner, hingga industri kreatif," sebut Helmi.
DPMTSP Balikpapan mendapat respons positif dari BKPM untuk membantu mempromosikan potensi UMKM di Kota Beriman melalui jejaring nasional, bahkan hingga level internasional.
“Kami berharap nanti bisa menitipkan profil UMKM lokal ke kanal BKPM, bahkan via kedutaan di luar negeri,” katanya.
Sebagai langkah konkret, DPMPTSP sedang menyusun katalog investasi tematik berbasis potensi lokal seperti kuliner tradisional, jasa transportasi berbasis digital, hingga usaha akomodasi skala menengah. Katalog digital ini nantinya disebarkan melalui kanal resmi pemerintah dan jaringan promosi investasi nasional.
Helmi menekankan penguatan usaha lokal harus dilakukan sebelum pasar sepenuhnya dikuasai pemain besar dari luar daerah. Kehadiran IKN tak hanya membawa peluang, tetapi juga menjadi tantangan jika pelaku lokal tidak siap bersaing.
Dengan berbagai program pendampingan dan promosi yang dilakukan, Helmi optimistis usaha lokal akan mampu menghadapi arus perubahan ekonomi baru di Balikpapan. “Ini saatnya usaha lokal berdiri sejajar dengan pelaku besar, bukan hanya jadi penonton,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur