Kepala Disdag Balikpapan Haemusri Umar menjelaskan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) saat ini telah aktif bekerja dalam memantau dan menjaga stabilitas harga serta pasokan kebutuhan pokok di Balikpapan. TPID sendiri berada di bawah koordinasi Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bulog.
“Menjelang akhir tahun, kami memastikan TPID sudah berjalan optimal. Berdasarkan hasil koordinasi, ketersediaan pasokan sembako, khususnya beras, masih mencukupi hingga Februari 2026 mendatang dengan cadangan sekitar 4 ribu ton,” jelas Umar kepada Korankaltim.com Kamis (13/11/2025).
Selain itu Disdag juga memastikan pasokan LPG 3 kilogram aman untuk masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk keluarga miskin, nelayan, sopir angkot dan pelaku usaha mikro.
“Memang kebutuhan LPG 3 kilogram mengalami penurunan dibanding tahun lalu tapi kami terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran agar tidak ada hambatan bagi penerima manfaat,” paparnya.
Sementara untuk bahan bakar minyak (BBM) kondisi stok di wilayah Balikpapan dan Kalimantan Timur masih tergolong aman. "Untuk BBM dari informasi yang kami terima untuk Kaltim dan Balikpapan masih mencukupi," tutup Umar.
Editor: Aspian Nur