Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana mengungkapkan bahwa pelemahan ekspor terbesar disumbang oleh turunnya pengiriman ke Tiongkok, Filipina dan Jepang.
“Nilai ekspor ke Tiongkok turun USD 90,48 juta atau 14,12 persen. Filipina turun 20,16 persen dan Jepang 13,85 persen,” jelasnya, Rabu (5/11/2025).
Data BPS menunjukkan, ekspor ke Tiongkok merosot dari USD 640,58 juta menjadi USD 550,10 juta, jauh di bawah rata-rata bulanan sebelumnya. Padahal, negara tersebut selama ini menjadi tujuan utama ekspor komoditas unggulan Kaltim seperti batu bara dan minyak kelapa sawit.
Secara kumulatif, ekspor nonmigas Kaltim ke 12 negara tujuan utama mencapai USD 12,45 miliar sepanjang Januari–September 2025, anjlok 15,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tiongkok masih mendominasi dengan nilai USD 4,44 miliar (32,23 persen), disusul India USD 2,33 miliar (16,98 persen) dan Filipina USD 1,19 miliar (8,67 persen).
Meski ekspor ke kawasan ASEAN naik 6,38 persen, terutama ke Malaysia dan Vietnam, lonjakan itu belum mampu menutup pelemahan dari Asia Timur.
“Selama masih bergantung pada pasar dan komoditas yang sama, volatilitas global akan terus menekan ekspor Kaltim,” tutupnya.
Editor: Erwin