Upaya tersebut terbukti berhasil menahan angka inflasi tetap rendah dan terkendali di tengah gejolak ekonomi nasional maupun global.
Pada Oktober 2025, inflasi Kaltim tercatat hanya 0,01 persen (mtm), sementara secara tahunan mencapai 1,94 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 2,86 persen (yoy). Kondisi ini menandakan pengendalian inflasi di Kaltim terus berada di jalur positif.
Salah satu langkah terobosan yang dilakukan TPID dan BI Kaltim adalah memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam sistem pemantauan harga bernama MANDAU Kaltim (Monitoring and Data Analytic for Inflation Control).
Melalui sistem tersebut, data harga dan pasokan pangan dari berbagai instansi seperti Bapanas, Bulog, BMKG, hingga Pemda dihimpun dan diolah secara real time. Informasi yang dihasilkan menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akurat dalam mengantisipasi kenaikan harga.
“Dengan AI, pengendalian inflasi di Kaltim kini tidak hanya reaktif, tetapi lebih prediktif,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Budi Widhihartanto, Rabu (5/11/2025).
Tak hanya digitalisasi data, berbagai aksi lapangan juga terus dilakukan. Sepanjang Oktober 2025, TPID telah menggelar lebih dari 80 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras SPHP ke seluruh daerah di Kaltim. Langkah ini membantu menekan harga komoditas bergejolak, terutama cabai, bawang merah, dan beras.
BI dan TPID Kaltim juga intens menggelar rapat teknis serta High Level Meeting (HLM) untuk memperkuat sinergi dan memfinalisasi Road Map Pengendalian Inflasi. Kerja sama antar daerah pun diperluas untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan, salah satunya dengan Gorontalo dan Sulawesi Selatan.
Ke depan, TPID Kaltim berkomitmen melanjutkan strategi 4K, diantaranya yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, komunikasi efektif. Dengan kolaborasi yang solid dan inovasi berbasis teknologi, BI optimistis inflasi Kaltim akan tetap berada dalam sasaran nasional, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Editor: Erwin