Salah satu keluhan utama datang dari organisasi yang membawahi ratusan UMKM sektor kuliner dan pangan, yang menyoroti ketimpangan pengembangan usaha di Kukar.
Mereka menilai perhatian pemerintah daerah selama ini masih terpusat di wilayah Tenggarong, sementara potensi besar di kecamatan lain belum tersentuh.
“Iya, memang itu yang dikeluhkan, termasuk oleh persatuan pengusaha kuliner dan pangan yang membawahi ratusan UMKM,” kata Salehuddin, Minggu (2/11/2025).
“Mereka mengidentifikasi banyak potensi UMKM di kecamatan yang tidak pernah terkelola, bahkan secara organisasi pun belum dihimpun dengan baik,” sebutnya.
Politikus asal Partai Golkar itu menuturkan, dalam pertemuan reses yang digelarnya di Tenggarong, sejumlah pelaku UMKM turut hadir tanpa undangan resmi. Bahkan, perwakilan pelaku UMKM dari Kecamatan Kembang Janggut juga datang untuk menyampaikan aspirasi.
“Tanpa kita undang, ternyata pihak Kembang Janggut ikut hadir. Artinya, mereka selama ini memang tidak pernah diberi ruang untuk berkomunikasi intens dengan pemerintah, apalagi dengan anggota dewan,” imbuhnya.
Mereka datang kata Salehuddin, karena merasa punya kepentingan yang harus disampaikan. Menanggapi aspirasi tersebut, Salehuddin menyebut pihaknya akan menindaklanjuti dengan langkah konkret.
Ia berencana memfasilitasi audiensi antara para pelaku UMKM dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim, Selasa, 4 November 2025 mendatang.
“Insyaallah sebagian dari kesepakatan itu akan kami tindaklanjuti melalui audiensi dengan DPPKUKM Kaltim. Kami ingin melihat sejauh mana dinas bisa mengakomodasi kebutuhan mereka. Kalau pun tidak secara langsung melalui program, kami akan bantu lewat pokok-pokok pikiran (pokir) dewan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Salehuddin menekankan pentingnya pemerataan perhatian pemerintah terhadap seluruh pelaku UMKM di Kukar, bukan hanya yang terhimpun di Tenggarong.
Dirinya berharap dinas terkait dapat menyusun strategi yang lebih inklusif agar potensi usaha dari berbagai kecamatan bisa berkembang.
Kata Salehuddin, yang saat ini terakomodir secara organisasi baru di Tenggarong. Sementara di beberapa kecamatan lain belum ada wadah resmi.
“Karena itu, mereka berharap ada dukungan konkret dari kami dan dari dinas provinsi yang membackup kepentingan mereka,” pungkasnya.
Editor: Erwin