Perwakilan pelaku usaha menyatakan penolakan lantaran omzet menurun drastis hingga 70 persen.
“Roda perekonomian kami sangat terdampak dan merugikan sekali. Satu hari saja omzet sudah turun, apalagi besok-besok,” kata Rizal, Owner VOC Cafe di Jalan Abul Hasan, Kamis (25/9/2025).
Ia menegaskan tuntutan warga jelas, yakni meminta SSA di kawasan Abul Hasan dibatalkan demi keberlangsungan usaha.
Selain itu, mereka berharap aturan parkir yang saat ini hanya diperbolehkan di sisi kiri jalan sesuai marka dapat dikaji ulang, sekaligus mencari solusi alternatif yang tidak merugikan pelaku usaha maupun pelanggan.
“Pengunjung masuk ke toko berkurang, semua pelaku usaha di sini merasakan penurunan. Kami sudah lakukan pertemuan warga, dan yang mengeluhkan ada sekitar 50-an pelaku usaha,” ujarnya.
Mereka juga mendorong adanya mediasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, pelaku usaha, dan perwakilan masyarakat untuk mencari jalan keluar terbaik. “Kami terus fight, menyuarakan suara masyarakat Abul Hasan,” pungkas Rizal.
Sebagaimana diketahui, kebijakan ini diterapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan pusat kota.
Editor: Erwin