Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini menjalin kerja sama dengan pusat perbelanjaan untuk membuka akses pemasaran baru bagi produk lokal melalui ruang-ruang komersial yang sudah mapan.
Salah satunya di Swalayan 88, Jalan Ir Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu yang dikenal sebagai kawasan strategis dan ramai pengunjung.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa lantai dua Swalayan 88 akan disiapkan sebagai area khusus bagi UMKM lokal.
Penataan dan pengelolaannya akan dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskumi), bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda.
“Rencananya nanti dirancang untuk 50 UMKM yang bisa masuk ke lantai dua,” kata Marnabas.
Dijelaskannya, penempatan pelaku usaha akan disesuaikan agar produk yang ditawarkan beragam dan tidak saling tumpang tindih, sehingga mampu menarik lebih banyak minat pembeli.
Tak hanya itu, Marnabas juga mengusulkan agar bagian atas atau rooftop Swalayan 88 dimanfaatkan sebagai area bersantai sekaligus ruang promosi kuliner lokal. Tempat tersebut akan diisi oleh pelaku usaha makanan dan minuman dari Kota Tepian.
“Setelah nantinya terbentuk, pembinaannya dilakukan oleh Diskumi dan Disdag,” lanjutnya.
Pendampingan tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan usaha, baik dari sisi peningkatan mutu produk, pemasaran, maupun pengelolaan manajemen usaha.
UMKM yang akan menempati area ini nantinya harus melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Diskumi. Pemerintah ingin memastikan bahwa mereka yang terlibat benar-benar siap bersaing dan memiliki produk yang layak jual.
Marnabas berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi pusat perbelanjaan lain di Samarinda untuk turut membuka ruang serupa.
“Kalau ini sudah terpromosi dengan baik, paling tidak ada tempat lain yang bisa membuka diri. Apalagi di Juanda ini kan pusat kulinernya banyak,” tukasnya.
Editor: Erwin