Berdasarkan data, ekspor mencapai USD1.671,54 juta, meningkat sebesar 8,18 persen dibandingkan April 2025.
Kepala BPS Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa kenaikan ini ditopang oleh peningkatan kinerja ekspor pada sektor migas maupun nonmigas.
“Ekspor migas pada Mei mencapai USD151,36 juta atau naik 21,01 persen dari bulan sebelumnya. Sementara ekspor nonmigas mencapai USD1.520,18 juta, naik 7,05 persen,” terang Yusniar dalam rilis resminya.
Meski begitu, secara kumulatif selama periode Januari hingga Mei 2025, kinerja ekspor Kaltim masih menunjukkan penurunan dibanding tahun lalu. Total ekspor tercatat USD8.415,93 juta, atau turun 15,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Berdasarkan golongan barang, lonjakan tertinggi terjadi pada ekspor lemak dan minyak hewani/nabati yang tumbuh 56,36 persen atau setara USD69,35 juta. Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi pada ekspor pupuk, yang anjlok USD19,56 juta atau 35,40 persen.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama Kaltim dengan nilai ekspor USD2.328,56 juta atau 30,67 persen dari total ekspor. Disusul oleh India sebesar USD1.314,84 juta (17,31 persen) dan Filipina USD713,37 juta atau 9,39 persen.
“Komoditas hasil tambang masih mendominasi struktur ekspor Kaltim dengan kontribusi mencapai 71,36 persen. Ini menunjukkan ketergantungan daerah terhadap sektor ekstraktif masih tinggi,” jelasnya.
Hasil industri memberikan kontribusi kedua terbesar sebesar 18,78 persen, diikuti ekspor migas sebesar 9,77 persen.
Tiga pelabuhan ekspor utama di Kaltim pada Mei 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan dengan kontribusi USD445,61 juta, Pelabuhan Samarinda sebesar USD370,16 juta, dan Pelabuhan Bontang Bay sebesar USD240,21 juta.
Yusniar menyebut tren positif pada Mei ini patut diapresiasi, meski masih ada tantangan struktural dalam menjaga daya saing ekspor nonmigas.
“Diversifikasi komoditas dan perluasan pasar tujuan ekspor perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar ekspor Kaltim tidak terlalu bergantung pada komoditas mentah,” tutupnya.
Editor: Erwin