Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Seksi Pelayanan dan Kerjasama Bandara APT Pranoto, Denny Armanto. Menurutnya, posko ini didirikan untuk memastikan kelancaran operasional selama periode mudik.
Posko tersebut akan melibatkan berbagai instansi dan lembaga guna memberikan pelayanan optimal serta merespons cepat jika terjadi keadaan darurat.
“Selain menyediakan posko angkutan lebaran di bandara, kita juga menyediakan fasilitas dan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, lansia serta kelompok rentan lainnya,” ujar Denny, Rabu (19/3/2025).
Lanjutnya, di hari ke-19 Ramadan, jumlah peningkatan penumpang yang bepergian untuk mudik libur lebaran belum signifikan.
Berdasarkan data untuk jumlah penumpang sampai dengan pertengahan bulan Maret baru sebanyak 23.987 orang.
“Tetapi diperkirakan peningkatan jumlah penumpang ini pada saat puncak arus mudik sekitar tanggal 21 Maret sampai dengan 28 Maret 2025,” terangnya.
Kemudian dalam menghadapi puncak peningkatan jumlah penumpang pada musim libur lebaran, dia menerangkan pihak bandara telah melakukan extra flight atau penambahan penerbangan.
“Untuk extra flight ini ada dari maskapai SAJ (Super Air Jet) dengan rute penerbangan Samarinda-Surabaya, kemudian pengaktifan kembali rute Jakarta untuk penerbangan maskapai Batik Air pada sore hari,” pungkasnya.
Editor: Erwin