Sebagai informasi, Secara tahunan (year on year/yoy) ekonomi Kaltim pada Triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 6,12 persen dibandingkan Triwulan IV-2023 yang tumbuh 5,76 persen.
Hal ini menunjukkan adanya percepatan pertumbuhan pada akhir tahun 2024.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kaltim Budi Widhihartanto menyebutkan, meskipun kegiatan konstruksi di IKN mengalami penurunan akibat kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat namun pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi masih dalam kisaran yang ditargetkan yaitu 5,5 persen.
“Masih dalam kisaran yang ditargetkan yaitu 5,5 persen. APBD belum bisa dibelanjakan karena ada efisiensi, lihat saja bagaimana nanti,” kata Budi.
Saat ini ekspor di Kaltim sedang mengalami stagnasi dan sumbangan lapangan usaha di konstruksi pada triwulan I mengecil. Hal ini juga sama dengan kondisi konstruksi di IKN yang hingga tahun ini belum ada informasi untuk kegiatan pembangunan.
Budi berharap ada usaha baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kaltim pada triwulan I 2025.
“Seperti dimulainya pembangunan sejumlah industri pengolahan dan dimulainya eksplorasi migas oleh perusahaan ENI dari Italia,” bebernya.
Di sisi lain, efisiensi anggaran juga memberikan dampak bagi perekonomian di triwulan I 2025 khususnya keterlambatan penggunaan anggaran APBD se- Kaltim. Diharapkan belanja pemerintah bisa segera direalisasikan.
Editor Aspian Nur