Komoditas Pasir Silika Bisa jadi Andalan Kaltim Selain Batu Bara
1 menit baca1.004 kali dibaca

Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tambang pasir silika di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai memiliki potensi yang sangat besar.
1 menit baca1.004 kali dibaca

Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tambang pasir silika di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai memiliki potensi yang sangat besar.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Pertambangan dan Industri Silika Indonesia (DPD Pertamisi) Kaltim, Tandi Soenarto. “Potensinya sangat besar dan itu terbesar ada di kawasan 3 danau yang ada di Kaltim, di Danau Melintang, Semayang dan Jempang. Itu adalah pusatnya silika yang ada di Kaltim,” kata Tandi usai menggelar pelantikan pengurus di Hotel Harris Samarinda, Sabtu (14/12/2024) pagi tadi.
Data yang diterima menyebutkan total cadangan pasir silika yang ada di Kaltim diprakirakan mencapai 2 miliar metrik ton dengan total luasan 50 ribu hektare. “Kaltim harus menjadi yang terdepan dan terpercaya dalam menjalankan program strategis pemerintah di Kaltim dalam menyusun regulasi agar bisnis ini bisa berkembang,” tegas Tandi lagi.
Pihaknya memiliki banyak cadangan pasir silika yang belum dieksplorasi namun jika produksi di wilayah hulu saja tentu tidak cukup maka dianggap perlu untuk melakukan produksi di hilir. “Tugasnya pemerintah provinsi Kaltim itu bagaimana menarik investor untuk melakukan hilirisasi,” ujarnya.
Terlebih, untuk menjalankan program hilirisasi membutuhkan pengusaha-pengusaha besar yang mempunyai modal dan teknologi yang mumpuni guna mendorong bisnis tambang silika di Benua Etam.
Tandi berharap komoditas silika ini dapat menjadi komoditas unggulan di Kaltim selain batu bara yang dapat menyerap banyak tenaga kerja serta memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi Kaltim. “Harapannya sebelum batu bara habis, produk silika ini bisa menjadi komoditas unggulan di Kaltim dan dapat mengharumkan Kaltim khususnya pada produksi pasir silika,” tutup Tandi.
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG