Operasional Prototipe Kapal DDF Milik PHM Diresmikan
2 menit baca407 kali dibaca

Penulis: Hendra
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meluncurkan operasional Prototype Diesel Dual Fuel (DDF) Crewboat.
2 menit baca407 kali dibaca

Penulis: Hendra
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meluncurkan operasional Prototype Diesel Dual Fuel (DDF) Crewboat.
Peresmian dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jetty Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) pada Senin (13/8/2024) sore kemarin.
Sebelum peluncuran, General Manager PHM Setyo Sapto Edi memamparkan teknologi kapal DDF merupakan bagian dari efisiensi transportasi yang dilakukan oleh PHM. Dirinya menyebut apabila menggunakan kapal berbasis diesel, akan memakan bahan bakar sebanyak 1.500 liter per hari.
"Sedangkan kalau menggunakan DDF, bahan bakar diesel hanya sekitar 40 persen, sementara 60 persen sisanya berasal dari LNG," ujar Setyo.
Efisiensi yang PHM dapatkan dari crewboat tersebut adalah jika estimasi dengan 1.500 liter per hari dan menggunakan 30 MMBTU LNG per hari. "Efisiensinya adalah sekitar Rp12 juta per hari," imbuh Setyo.
Dari hasil studi PHM, potensi optimasi dari pemanfaatan DDF tersebut akan mengurangi penggunaan bahan bakar diesel sekitar 6.050 kiloliter per tahun untuk 10 crewboat yang beroperasi di offshore Wilayah Kerja Mahakam.
"Juga berpotensi mengurangi biaya operasional sebesar USD4,1 juta per tahun," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Arifin mengapresiasi inisiatif PHM dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi sesuai dengan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
"Dengan peresmian prototype DDF Crewboat ini, kami melihatnya sebagai salah satu bukti nyata partisipasi aktif perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia yang dapat memberikan manfaat signifikan bagi PHM dan masyarakat secara umum," kata Arifin.
Dunia saat ini, lanjutnya, tengah bergerak menuju energi hijau, termasuk dalam sektor transportasi. International Maritime Organization (IMO) juga telah merumuskan pemakaian bahan bakar transportasi yang ramah lingkungan dengan rendah atau nol karbon.
"Jadi inisiatif crewboat ini untuk sistem hybrid diesel dual fuel patut kita hargai, tentu saja melalui kajian dengan perhitungan matang sehingga dapat dilaksanakan dengan baik dan mampu mengurangi emisi serta meningkatkan efisiensi bahan bakar," jelasnya.
Arifin berharap inisiatif modifikasi kapal DDF ini bisa segera diterapkan di kapal-kapal lainnya karena memiliki tingkat efisiensi yang sangat besar, yakni mencapai 80 persen untuk setiap kapal yang telah dimodifikasi menjadi DDF. Penggunaan kapal DDF juga akan memaksimalkan produksi gas dalam negeri dan tidak bergantung pada minyak bumi yang harganya semakin tinggi.
"Ini baru 2024, trial setahun bagus. Kemudian bisa ekspansi ke kapal-kapal lain. Jika lebih banyak, hasil ini akan kami kaji untuk menentukan hal-hal yang bisa meningkatkan inisiatif dan motivasi dari pengusaha kapal," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menhub Budi Karya Sumadi menyebut kapal DDF merupakan salah satu wujud nyata Indonesia dalam menjalankan rekomendasi IMO untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim dengan mengurangi emisi dari transportasi laut.
"Dan kita harus mendukung serta melakukan mitigasi kewajiban penggunaan rendah sulfur," tambahnya.
DDF Crewboat adalah kapal dengan mesin diesel yang dimodifikasi sehingga mesin tersebut dapat berjalan dengan campuran bahan bakar diesel dan gas alam. Teknologi ini tidak sepenuhnya menghilangkan penggunaan bahan bakar diesel, tetapi akan mengurangi pemanfaatan diesel. Tabung LNG akan diletakkan pada kompartemen tangki bahan bakar. (*)







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG