Dalam perjalanannya, Kukar Siap Kerja yang menjadi salah satu dedikasi program Kukar Idaman ini diharapkan bisa dibarengi dengan kepedulian perusahaan yang beroperasi di Kukar untuk mengakomodir pencari kerja asli daerah.
“Perlu penguatan ke masing-masing perusahaan untuk bisa menerima pencari kerja, harus ada keleluasaan perusahaan untuk mengakomodir dan menerima,” kata Plt Kepala Distransnaker Kukar M Hatta didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Lukman kepada korankaltim.com, Selasa (30/7/2024).
Ia mengungkapkan sejauh ini peran pemerintah sudah sangat tepat karena para pencari kerja asli Kukar ini sudah diberikan pelatihan dan bahkan bersertifikat keahlian khusus dengan harapan ketika ditempatkan di dunia kerja nantinya sudah siap pakai dan mumpuni di bidang yang digelutinya.
“Sudah kita latih, sudah ada sertifikat tapi dibatasi lagi karena harus ada pengalaman kerja, nah ini sering kali jadi penghambat kita, dan itu seringkali dipesankan oleh Bapak Bupati, jangan lagi lah pengalaman kerja itu menjadi syarat mutlak,” ungkapnya.
Terkait syarat pengalaman kerja ini sejatinya sudah disuarakan Bupati Kukar Edi Damansyah pada setiap kegiatan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Terakkhir pada pelaksanaan Job Fair 2024 belum lama ini digelar di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Kecamatan Tenggarong Seberang. Orang nomor satu di Kukar tersebut menyinggung terkait pengalaman kerja jangan lagi dijadikan salah satu syarat dalam menerima pencari kerja.
“Itu (syarat pengalaman kerja, red) yang menjadi kendala kita untuk bisa menjembatani antara pencari kerja dengan pihak perusahaan. Ya harus bisa menerima pekerja lokal lah yang ada di wilayah ring satu nya, dan ketika bekerja di dekat wilayahnya maka keinginan membangun ke daerah juga lebih besar juga kontribusinya,” demikian Lukman.
Editor: Supiansyah