CEO Jiiscomm, Febriyanto Rachmat ingin Gen Z mulai mengetahui kuliner lokal. "Jadi tak cuma mengetahui kuliner Korea, Jepang dan western yang memang banyak di dalam mal," katanya di Festival Tjap Legende, Kamis (18/7/2024) sore kemarin.
Festival kuliner Tjap Legende hadir di Mal Pentacity, Balikpapan Superblock (BSB) sejak 17 hingga 28 Juli 2024. Sebanyak 31 tenant menghadirkan ragam kuliner legendaris Nusantara. "Memang sebenarnya yang kami bidik adalah generasi muda agar bisa lebih mengenal ragam kuliner Indonesia. Harus punya local pride, karena industri FnB dari luar negeri masuknya deras. Kami mau balancing," kata Febriyanto.
Kuliner legendaris yang dihadirkan seperti Gudeg Yu Djum 1950, Ketan Susu Kemayoran 1958, Mie Lethek Garuda 1942, Bakmi Ayam Kampung Ationg 1962, Soto Betawi H. Agus Barito 1961, Pempek Sriwijaya Jelambar 1952, Nasi Krawu Buk Tiban 1979, hingga Es Durian Iko Gantinyo 1986.
"Kami sudah ke Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan kota kelima di Indonesia, Surabaya, Bali, Lombok, dan terakhir di Makassar," papar Febriyanto.
Pemilihan lokasi untuk roadshow Tjap Legende berdasarkan kategori kota besar. Selain juga festival kuliner legendaris belum pernah digelar di Kota Balikpapan. "Ternyata animonya luar biasa terhadap kuliner legendaris. Jadi, kami senang melihat masyarakat Balikpapan masih mencintai kuliner Nusantara," ungkapnya.
Deputy GM Business e-Walk & Pentacity, Meivy Mergan menyampaikan bahwa Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik sempat datang dan menikmati sajian kuliner legendaris di Tjap Legende. "Pak Pj Gubernur bilang Balikpapan kan banyak pendatang, banyak yang kangen dengan kuliner-kuliner zaman dulu, yang legendaris," imbuh Meivy.
Selain kuliner legendaris dari luar, di Tjap Legende juga ada kuliner khas lokal yakni Soto Balikpapan dan Merdeka Drink. Keduanya turut meramaikan sekaligus untuk diperkenalkan kepada masyarakat. "Makanya kami hadirkan disini," ucapnya.
Meivy mengungkapkan bahwa festival kuliner Tjap Legende ataupun yang serupa sangat memungkinkan digelar Kembali di Mal Pentacity ataupun E-Walk. "Kalau melihat antusiasme seperti ini, melihat semangat pelaku UMKM sampai rela datang ke Balikpapan," pungkasnya. (*)