Menurut Arya, saat ini Kota Balikpapan hanya memiliki 14 SPBU yang aktif menyalurkan BBM kepada masyarakat. Dengan pertumbuhan kota yang signifikan, terutama sebagai kota penyangga IKN, kebutuhan akan lembaga penyalur seperti SPBU dan Pertashop semakin meningkat.
"Dengan penambahan jumlah SPBU di masa mendatang, kebutuhan akan energi khususnya BBM di Kota Balikpapan dapat terpenuhi lebih optimal," ujar Arya, Kamis (18/7/2024).
Dia juga menambahkan bahwa meskipun stok BBM cukup untuk mencukupi kebutuhan hingga 15-20 hari ke depan, antrian yang terjadi dikarenakan keterbatasan lembaga penyalur.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan informasi lebih lanjut mengenai peluang kerjasama usaha lembaga penyalur melalui tautan https://kemitraan.patraniaga.com/kemitraan/home.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan BBM dan LPG di Kalimantan Timur hingga akhir tahun 2024. Menurut Arya, kuota dan stok BBM subsidi telah terpenuhi dengan baik, mencatat realisasi 309.000 KL untuk Pertalite dan 104.000 KL untuk Solar per tanggal 14 Juli 2024. Sedangkan untuk LPG, realisasi mencapai 62.885 MT.
"Kami memastikan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Selain itu, konsumsi Avtur juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 16% dibandingkan dengan tahun lalu," ungkap Arya.
Sebagai sub holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen untuk menyediakan layanan yang memudahkan masyarakat, termasuk layanan delivery service BBM dan LPG serta layanan informasi melalui kontak Pertamina 135. (*)