Balikpapan Catatkan Deflasi, Juli Diwaspadai
1 menit baca363 kali dibaca

Penulis: Hendra
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Perkembangan harga konsumen di Balikpapan mengalami penurunan atau deflasi.
Hal ini terindikasi dari rilis inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan secara bulanan pada bulan Juni 2024 menurun dari 0,21 persen menjadi 0,07 persen.
Adapun secara year to date di bulan Juni 2024, inflasi di Kota Balikpapan sebesar 1,50. Secara tahunan, inflasi juga masih terjaga di level yang aman yaitu 3,00 persen dan berada pada rentang inflasi 2,5+1 persen.
"Angka tahunan tersebut sedikit di atas inflasi gabungan 4 kota di Provinsi Kalimantan Timur yang sebesar 2,99 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan, Robi Ariadi, Selasa (2/7/2024).
Capaian inflasi Juni yang terkendali di Kota Balikpapan didorong oleh normalisasi harga pangan dan biaya transportasi pascalebaran. Berdasarkan rilis BPS tersebut, beberapa komoditas pangan yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Sigaret Kretek Mesin (SKM), kangkung, angkutan udara, cabai rawit, cabai merah dan emas perhiasan.
"Kenaikan harga pada SKM disebabkan oleh adanya kenaikan tarif cukai rokok," sebutnya.
Sedangkan Inflasi pada komoditas pangan sejalan dengan permintaan yang meningkat dikarenakan adanya peningkatan konsumsi masyarakat untuk berbagai kegiatan di Kota Balikpapan ditengah pasokan yang terbatas.
Selain komoditas pangan, kenaikan tarif angkutan udara juga berkontribusi dalam mendorong inflasi dari kelompok transportasi. Hal tersebut didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara pada periode liburan Hari Raya Iduladha terutama terjadi pada maskapai low-cost carrier.
"Emas perhiasan juga mengalami kenaikan karena pengaruh kenaikan harga emas global," ungkapnya.
Ke depan, inflasi pada periode Juli perlu diwaspadai seiring dengan intensitas curah hujan yang meningkat dan berpengaruh terhadap pergerakan pasokan beberapa komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, sayuran, serta komoditas perikanan.
"Secara keseluruhan untuk tahun ini, kami meyakini inflasi tetap terjaga dalam rentang target kendali," ujarnya. (*)










