Hal tersebut terungkap saat peluncuran Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah ldul Fitri (Serambi) 2024 dengan tagline "Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah".
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikapapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa jumlah kebutuhan uang kartal tersebut naik 13 persen dibanding tahun 2023 yaitu Rp1,65 Triliun. Peningkatan ini sejalan dengan optimisme perbankan terhadap pertumbuhan uang kartal di bulan Ramadan seiring semakin meningkatnya konsumsi rumah tangga.
"Termasuk peningkatan penduduk di Balikpapan sebagai dampak akselerasi pembangunan proyek IKN dan pemenuhan kebutuhan uang dari Balikpapan ke wilayah lain," kata Robi Ariadi, Senin (18/3/2024).
Tiga strategi utama dijalankan guna memastikan ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar. Strategi dimulai dari mendistRibusikan uang Rupiah sebelum memasuki bulan Ramadan.
Kemudian melakukan kegiatan Kas Keliling dengan menjangkau masyarakat di wilayah kerja KPw BI Balikpapan, dan menggunakan sarana digital yaitu pemesanan layanan penukaran uang dengan sistem paket sebesar Rp4 juta per orang melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id).
Penukaran uang kartal Rp4 juta per orang tersebut dengan pecahan nominal Rp50 Ribu sebanyak 20 lembar sneilai Rp1 juta, Rp20 Ribu 50 lembar senilai Rp1 juta, Rp100 Ribu 100 lembar senilai Rp1 juta, Rp5 Ribu 100 lembar senilai Rp500 Ribu, Rp2 Ribu 200 lembar senilai Rp400 Ribu dan Rp1000 ssbanyak 100 lembar senilai Rp100 Ribu.
KPw BI Balikpapan juga bekerja sama dengan perbankan untuk membuka layanan penukaran uang di 135 titik outlet penukaran uang serta layanan kas keliling bersama BJB, BSI, Bankaltimtara, Bankaltimtara Syariah, Bank Mandiri, BNI, dan BTN yang bertempat di beberapa titik keramaian di kota Balikpapan.
"Kami mengimbau agar masyarakat melakukan penukaran uang Rupiah pada tempat yang resmi guna menjamin keaslian dan kualitas," pesannya.
Bl juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran secara non tunai diantaranya QRIS, memperluas kepersertaan Bl-FAST termasuk kanal layanan dan akseptasi masyarakat.
"Kami mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk mempersiapkan infrastruktur guna menghadapi peningkatan transaksi di bulan Ramadan dan ldulftri tahun ini," pungkasnya.