Sosialisasi ini merupakan rangkaian dalam pelaksanaan program kerja pengeboran eksplorasi migas sumur kedua (NK-2) komitmen kerja kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui SKK Migas bersama PT KEN.
Dari sosialisasi tersebut SKK Migas-PT KEN bermaksud mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan jajaran perangkat kecamatan, kampung dan adat di sekitar lokasi atas kegiatan pengeboran eksplorasi yang akan dilaksanakan.
Sebelumnya PT KEN telah melaksanakan pengeboran eksplorasi sumur pertama (NK-1X) di tahun 2020 di wilayah Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu. Namun sumur NK-1X belum konklusif.
PT KEN akan melakukan pengeboran sumur eksplorasi Kedua (Sumur NK-2) untuk menuntaskan hasil pemboran sumur pertama yang merupakan komitmen kerja kepada Pemerintah di lokasi yang sama dengan Sumur NK-1X. Pengeboran Sumur NK-2 dijadwalkan tajak pada kwartal ke-2 2024 yang diharapkan selesai dalam waktu ±2 bulan.
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Yohanes Avun menyampaikan dukungannya terhadap rencana pengeboran yang merupakan kegiatan negara.
"Tentunya SKK Migas-PT KEN juga perlu memperhatikan kearifan lokal yang ada di daerah guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut," kata Yohanes dalam rilis tertulis, Sabtu (9/3/2024).
Dirinya berharap pengeboran yang dilaksanakan dapat berhasil. "Sehingga memberikan dampak positif bagi daerah," ucapnya.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Wisnu Wardhana menjelaskan dukungan Pemkab Mahulu memantik semangat dalam melaksanakan pengeboran eksplorasi sebagai upaya menjamin ketahanan energi nasional.
"Kami mengapresiasi atas semangat KEN yang akan melaksanakan pengeboran kembali di bagian terjauh onshore (daratan) cekungan Kutai. Lokasi yang cukup remote tentunya menjadi tantangan serta memerlukan usaha yang luar biasa dalam memobilisasi berbagai perlengkapan pengeboran yang akan digunakan," kata Wisnu.
Pengeboran eksplorasi yang dilaksanakan PT KEN ini merupakan pelaksanaan dari Pilar ke 4 Renstra IOG 4.0 yakni melaksanakan kegiatan eksplorasi dalam rangka menemukan cadangan baru.
Pemerintah telah menargetkan capaian produksi tahun 2030 sebesar 1 juta barrel minyak per hari (BOPD) dan gas 12 milliar standar kaki kubik per hari (BCFD).
"Pengeboran ekplorasi yang dilakukan PT KEN ini merupakan upaya yang dilaksanakan untuk mencapai target tersebut," pungkas Wisnu.
PT KEN merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berdasarkan Production Sharing Contract (PSC) dengan Pemerintah pada wilayah kerja Long Hubung-Long Bagun (LHLB) yang dalam proyek ini akan berkolaborasi dengan PT Sele Raya Energy. (*)