Workshop serupa sebelumnya juga pernah digelar di Jakarta, Malang, Magelang dan Bali. Para peserta dilatih mulai dari pembuatan konten serta narasi yang dipandu langsung aktor Bene Dion.
"Banyak dilingkungan kerja mereka yang bisa ditampilkan dan disampaikan kepada publik, seperti apa BUMN itu," kata Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga kepada Korankaltim.com disela kegiatan malam tadi.
Menurutnya, banyak hal-hal positif yang ada dilingkungan BUMN yang bisa influencer BUMN ceritakan. Mereka juga diajak melihat langsung Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mengetahui perkembangan pembangunan yang dilakukan pemerintah agar bisa disampaikan kepada publik melalui media sosial mereka masing-masing.
"Ada juga acara project-nya pertamina di DPPU, depot pengisian Avtur Sepinggan, disana mereka juga bisa menginformasikan kepada public apa sih yang telah dikerjakan pertamina tentu mereka bisa ceritakan lewat sosial media," papar Arya.
Sementara terkait dengan mental health, karyawan BUMN golongan Milenial dan Gen Z diajarkan bagaimana mengelola mental saat menghadapi tekanan-tekanan dalam pekerjaan. Menurutnya, dua golongan ini rentan terhadap kesehatan mental. "Informasi yang mereka terima itu banyak banget, dan tekanan mereka juga sangat tinggi," jelas Arya.
BUMN melihat Milenial dan Gen Z calon pemimpin dimasa depan. "Hadirlah kegiatan yang namanya mental heart, bagaimana mereka mengelola mental mereka," imbuhnya.
Pelatihan mental yang diberikan mulai dari meditasi, kemudian mengelola emosi dan lain sebagainya. Arya menilai, pola seperti ini belum banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan swasta.
"Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) melakukan terobosan baru di perusahaan-perusahaan di BUMN. Balikpapan menjadi kota ke-5 yang menerapkan pola ini," sebutnya.
Pemberian pelatihan mental bukan tanpa alasan. Para influencer BUMN kerap mendapat tekanan hingga dari luar lingkungan kerja BUMN. Seperti mendapat kiriman e-mail palsu ataupun komentar negatif dari akun-akun anonim. "Dulu kalau ada yang orang tidak suka sama kita, itu ketemu kita, ngomong langsung. Kalau sekarang enggak, bikin akun palsu, teror lewat sosmed," jelas Arya.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso secara terpisah mengatakan karyawan BUMN pada golongan milenial dan Gen Z sangat dekat dengan stres, sebagai influencer mereka dihadapkan dengan banyak sekali ekspektasi.
"Mereka ini terlalu banyak ekspektasi, sehari-harinya melihat sosial media, melihat tokoh yang digambarkan terlihat sempurna, kemudian mereka ingin seperti itu," ujar Fadjar.
Dengan adanya kegiatan seperti saat ini. Mereka akan didorong untuk menjadi diri sendiri. Karena, apa yang mereka saksikan dimedia sosil adalah dunia maya saja.
Menurutnya, 60 karyawan BUMN merupakan kaum milenial dan Gen Z yang sangat rentan terhadap kesehatan mental. Hadirnya workshop influencer pun diisi dengan dialog interaktif bersama pakar psikologi.
"Kemudian tadi juga ada belajar meditasi belajar mengelola emosi. Sehingga harapannya para pekerja pertamina kesehatan mentalnya dapat terjaga," tutup Fadjar. (*)