Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) Kalimantan Timur Heni Purwaningsih menyebut naiknya harga beras di pasaran dipengaruhi dari berbagai faktor. "Satu diantaranya karena produksi beras dalam negeri yang belum masuk masa panen raya," ujar Heni kepada Korankaltim.com Kamis (22/2/2024).
Faktor lain yaitu dampak dari El Nino tahun lalu sehingga produksi beras mengalami penurunan. "Kami terus memantau kondisi ketersediaan beras dan berdasarkan hasil pemantauan stok beras di tingkat distributor dan pasar masih mencukupi," imbuhnya.
Sebagai upaya menanggulangi masalah itu Disperindagkop UMKM berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuj guna melakukan operasi pasar.
"Operasi pasar beras ini bisa dilakukan dengan kerjasama bersama Bulog demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami menginisiasi pembentukan toko penyeimbang yang akan diresmikan sekitar tanggal 29 Februari pekan depan," ungkapnya.
Adanya operasi pasar dan pembentukan toko penyeimbang sebagai upaya menyediakan beberapa komoditi bahan kebutuhan pokok. "Seperti beras kami sediakan dengan harga sesuai acuan, jadi bisa mengendalikan inflasi dan memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan harga bahan pokok yang diinginkan," tutup Heni.
Editor: Aspian Nur