"Kalau di PPU, melibatkan empat agen yang menyasar empat kelurahan yakni Kelurahan Gersik, Jenebora, Pantai Lango dan Sotek," beber Arya, Selasa (16/1/2024).
Untuk kota Balikpapan dari 12.320 tabung LPG 3 Kg yang disiapkan, terealisasi sekitar 11.771 tabung. Sisanya diserahkan agen ke pangkalan sebagai stok di lapangan.
Sedangkan untuk Kabupaten Penajam Paser Utara dialokasikan sebanyak 2.240 tabung dan tersalurkan sebanyak 1.059 tabung.
"Berdasarkan hasil operasi pasar yang dilaksanakan, baik di Kota Balikpapan maupun di Kabupaten Penajam Paser Utara, terlihat bahwa kondisi pasokan sudah terpenuhi, hal ini ditandai dengan tidak habisnya alokasi yang disiapkan," ucap Arya.
Sesuai keputusan Pemerintah bersama Pertamina menetapkan bahwasany per 1 Januari 2024, yang dapat membeli LPG 3 Kg hanya masyarakat yang terdaftar. Sehingga diimbau untuk mendaftarkan diri menggunakan KTP kepada Sub-Penyalur atau pangkalan resmi guna memperoleh LPG bersubsidi tersebut.
"Masyarakat sasaran yang hendak memeroleh LPG 3 Kg agar mendaftarkan diri menggunakan KTP dan membeli di pangkalan resmi Pertamina," pesannya.
Operasi pasar, lanjut Arya, merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan distribusi LPG 3 Kg tepat sasaran dan terkoordinasi, serta menjaga ketersediaan pasokan.
Termasuk menerapkan Harga Eceren Tertinggi (HET) dan memastikan aksesibilitas produk bagi masyarakat Balikpapan dan Penajam Paser Utara.
"kami turut mengimbau masyarakat dengan ekonomi mampu serta usaha-usaha yang tidak memenuhi ketentuan penggunaan LPG bersubsidi, untuk dapat membeli LPG nonsubsidi yaitu Bright Gas 5,5 Kg atau 12 Kg," imbaunya. (*)