Dibandingkan dengan realisasi investasi di tahun 2022, terdapat peningkatan hingga 13 persen dan realisasi itu melampaui pertumbuhan investasi hulu migas global yang diperkirakan berada di kisaran 6,5 persen. Menjadi investasi terbesar sejak 2016 atau dalam delapan tahun terakhir.
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menyampaikan investasi hulu migas di Indonesia dalam delapan tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan dan merupakan upaya pemerintah bersama pihaknya untuk meningkatkan iklim investasi. "Telah mampu mengembalikan kepercayaan investor untuk melirik sektor hulu migas lagi," kata Dwi Jumat (12/1/2024).
Bahkan sektor hulu migas mampu melakukan konsolidasi dan menemukan jalan untuk dapat pulih lebih cepat akibat pandemi Covid-19, serta mampu berperan secara tepat di tengah transisi energi. Sehingga hulu migas tetap menjadi salah satu tujuan investasi di Indonesia.
"Kami bersyukur selain melalui program kerja yang masif dan agresif, pelaksanaan transformasi hulu migas sesuai rencana strategis Indonesia Oil & Gas 4.0 berjalan dengan baik," ucapnya.
Hasilnya dapat terlihat dengan semakin masifnya investasi di sektor hulu migas meski di tengah munculnya tantangan baru, yaitu berkembangnya investasi di sektor energi bersih.
"SKK Migas optimistis tren investasi terus meningkat pada masa mendatang," ucapnya.
Terkait upaya mencapai target long term plan (LTP) menuju target 2030, Dwi menyampaikan bahwa tahun 2023 investasi hulu migas pertama kalinya mampu melampaui target investasi yang telah ditetapkan dalam LTP.
Berdasarkan perhitungan dalam LTP, sesungguhnya target investasi adalah US$13 miliar sehingga capaian investasi 2023 yang sebesar US$13,7 miliar. Lebih tinggi sekitar 5 persen.
"Untuk tahun 2024 kami telah menetapkan target investasi yang jauh lebih tinggi sekitar US$17,7 miliar atau di atas target LTP yang sebesar US$16 miliar," imbuh Dwi.
Investasi yang masif khususnya pada pemboran sumur pengembangan telah mampu mengurangi laju penurunan produksi mayoritas lapangan yang sudah menua. Sehingga lifting minyak pada 2023 hanya turun 1 persen.
Sedangkan terkait gas, tren produksi sudah naik di angka 2,2 persen. Namun karena belum optimalnya penyerapan gas oleh pembeli, maka lifting (salur gas) tumbuh 1 persen saja.
“Kami akan mendorong realisasi penyerapan gas oleh buyer agar serapan di 2024 lebih optimal lagi," ujarnya.
Kemudian pada investasi eksplorasi, Dwi menyampaikan bahwa 2023 menjadi tahun terbaik dalam penemuan cadangan migas untuk lebih dari dua dekade terakhir.
SKK Migas telah melakukan koordinasi dengan ENI sebagai operator Geng North untuk dapat melakukan percepatan produksi guna memperkuat neraca gas nasional sekaligus mendukung hilirisasi gas dengan menghidupkan kembali operasional Badak LNG Bontang dari 2 train menjadi 4 train dengan pasokan gas mencapai sekitar 1.700 MMSCFD atau setara dengan produksi di Abadi Masela.
"Kapan onstream tentu menunggu pengajuan plan of development (POD), tapi kami sudah komitmen untuk melakukan percepatan-percepatan agar dapat segera diproduksikan," pungkas Dwi. (*)