Mengantisipasi lonjakan harga bapokting tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan Pemprov Kaltim segera turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan ketersediaan serta harga-harga kebutuhan pokok di pasar
"Dalam waktu dekat kami segera ke lapangan dan tim pemantau inflasi daerah akan terus turun memonitor kesiapan sembako apalagi ini mau hari besar Natal dan Tahun Baru," ucap Akmal kepada Korankaltim.com Rabu (13/12/2023).
Pemprov bersama Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) juga turut turun kelapangan. "Semua lembaga itu turut memantau inflasi dan melihat kondisi sembako. Dalam satu pekan ini akan dimonitor untuk memastikan ketersediaan," sebut Akmal lagi.
Diakui Akmal Kaltim bukan daerah reproduksi sembako karena kebutuhan sembako di Benua Etam masih ditopang dari daerah Jawa dan Sulawesi. "Kami terus mengupayakan dan memastikan jelang akhir tahun ini jalur distribusinya (bapokting) bisa berjalan baik tanpa kendala sehingga harga bisa stabil," ucapnya.
Sementara itu Korankaltim.com melakukan pengecekan harga di Pasar Segiri Jalan Pahlawan Samarinda. Wahid, pegadang cabe mengaku stok cabe hingga saat ini masih banyak, tetapi harganya semakin hari semakin naik. "Biasanya sekilo cabe hanya tiga puluh ribuan, sekarang sudah mencapai tujuh puluh ribu sejak dua pekan lalu," kata Wahid.
Wahid tidak mengetahui penyebab harga cabe begitu mahal. "Kami tidak tahu kenapa mahal, kemungkinan pengaruh cuaca dan musim hujan. Cabe merah sekarang Rp80 Ribu sebelumya Rp30 Ribu, cabe keriting Rp75 Ribu sebelumnya hanya Rp45 Ribu dan cabe besar sekarang harganya tembus Rp 80 Ribu dari sebelumnya hanya Rp25 Ribu," papar Wahid.
Editor: Aspian Nur