Pertamina Diminta Jelaskan ke Masyarakat Terkait Antrian BBM
1 menit baca1.037 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Laila Fatihah menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi atau Pertalite.
Diakuinya memang beberapa bulan belakangan ini banyak masyarakat yang mengeluhkan antrean BBM bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Samarinda.
“Kalau untuk yang non subsidi ini masih aman saja, seperti Pertamax, Dexlite atau Petamax Turbo. Tetapi untuk BBM subsidi ini memang sulit untuk didapatkan, bahkan terkesan langka,” ujar Laila pada Lorankaltim.com, Selasa (28/11/2023).
DPRD sudah lama memperhatikan persoalan ini dan tidak hanya terjadi satu atau dua kali, namun sudah menjadi permasalahan rutinan di Kota Samarinda.
Namun DPRD sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina untuk menyelesaikan antrean panjang yang kerap terjadi di SPBU.
“Karena antrean yang panjang di SPBU ini seakan tak pernah teratasi, jadi saya sudah komunikasi dengan Pertamina,” ungkap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
Berdasarkan informasi yang dierima dari pihak Pertamina, Laila mengaku sebenarnya saat ini BBM subsidi ini bukan langka, tetapi memang mengalami keterlambatan pendistribusian. Laila meminta masyarakat Samarinda agar tidak panic buying atau membeli sebanyak-banyaknya untuk keperluan pribadi.
“Karena mereka melihat antrean yang banyak disejumlah SPBU, maka tidak heran masyarakat ini khawatir jika kehabisan, ini sama seperti awal Covid-19 kemarin, mereka menyerbu Vitamin C,” urainya.
Masyarakat Samarinda memang sangat konsumtif, hal ini seiring pertumbuhan penduduk yang membuat penggunaan kendaraan pribadi juga meningkat.
Pertamina diminta muncul ke publik untuk memberikan penjelasan ke masyarakat agar tidak semakin panik dengan kondisi saat ini. “Makanya saya minta Pertamina jelaskan hal ini kepada masyarakat, jangan dibiarkan masyarakat terus khawatir apalagi sampai langka. Padahal sebenarnya tidak, jadi itulah yang harus dijelaskan ke masyarakat,” tutup Laila.
Editor: Aspian Nur










