Menurutnya, hingga kini masih dilakukan penjajakan untuk mencapai kesepakatan antara kedua negara. Presiden Joko Widodo juga sudah menghubungi Perdana Menteri Kamboja untuk membahas mengenai impor beras. “On process dan bukan stop juga, jadi on process,” ungkapnya.
Arief menjelaskan, selain dengan Kamboja, Indonesia juga telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara lain, satu diantaranya adalah India dalam rangka pemenuhan stok beras dalam negeri. “Tinggal di follow up aja, tapi sekarang kalau eksisting itu masih Vietnam dan Thailand yang banyak,” ujar Arief.
Sementara itu, saat ini Indonesia masih memiliki kuota impor beras sebanyak 400 ribu ton. Jumlah tersebut merupakan kloter terakhir dari total rencana impor 2 juta ton yang ditargetkan tahun ini.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, impor 400 ribu ton beras tersebut diperkirakan tiba di tanah air pada akhir November atau awal Desember tahun ini.
Setelah itu, kata dia, Bulog akan memaksimalkan serapan beras di dalam negeri. "Jadi terakhir datang dari seluruh 2 juta itu. Terakhir datang awal Desember atau akhir November 2023, itu selesai," kata Budi Waseso.
Editor: Maruly Zainuddin