Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur (Kutim), Dyah Ratnaningrum mengaku pihaknya akan meningkatkan proses tanaman pisang kepok. Tentu ini menjadi tantangan bagi penyuluh untuk melakukan pendampingan agar pisang ini bisa menghasilkan kualitas terbaik sehingga harga jual standar ekspor.
Per Januari-Juli tahun ini, ekspor pisang kepok sudah mencapai 1.166 ton, dengan negara tujuan Malaysia, Taiwan, Pakistan, Kanada, dan Yunani. “Untuk luas perkebunan pisang kepok sudah mencapai 1.270 hektare,” jelasnya, Minggu (20/8/2023).
Perkebunan pisang kepok terbagi di empat kecamatan, yaitu Kaliorang seluas 770 hektare, Kaubun 250 hektare, Sangkulirang 50 hektare, dan Karangan 200 hektare. “Dalam perkembangannya pemasaran pisang kepok saat ini, kebutuhan konsumen mencakup pemenuhan kebutuhan lokal, regional dan ekspor keluar negeri,” sebut Dyah.
Sementara untuk kebutuhan lokal akan menjadi pemasok untuk Kota Sangatta, Bontang, Samarinda dan Balikpapan. Rata-rata pasokan sebanyak 30 ton per hari atau sekitar 900 ton per bulan. “Kalau untuk kebutuhan regional dikirim ke Kota Banjarmasin, Surabaya dan Bali kisaran rata-rata 36 hingga 48 ton per bulan,” jabarnya.
Potensi produksi pisang kepok yang berlimpah tersebut juga dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM setempat untuk dijadikan produk olahan seperti keripik dan bahan kue lainnya. Dalam pengembangan perkebunan pisang ini masih mengalami kendala yakni akses menuju lahan pertanian ini masih kurang layak dilintasi karena masih dalam kondisi tanah liat. “Kami sudah mengusulkan bantuan meningkatkan jalan usaha tani agar lebih layak dilintasi karena untuk menunjang proses produksi,” ungkapnya.
Dalam proses ekspor ke sejumlah negara, ia mengaku harus melewati perjalanan cukup jauh dari Kutim ke pelabuhan Balikpapan untuk sejumlah produk yang siap diekspor. “Karena kita belum memiliki pelabuhan sehingga harus mengirim melalui pelabuhan Kariangau di Balikpapan. Ke depan kita harapkan agar di Kutim memiliki pabrik industri sendiri,” bebernya.
Diakui, pihaknya melakukan ekspor pisang kepok keluar negeri untuk memenuhi permintaan pasar. Pihaknya juga mengharapkan adanya pembangunan industri pengolahan hortikultura di Kutim. “Semoga ke depannya terus meningkat lagi untuk jumlah ekspor,” tukasnya.
Editor: Maruly Zainuddin