Salah satu pangkalan yang membatasi yakni pangkalan gas milik Juleha yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan Kota. Ia sudah sepekan terakhir mendata warga yang hendak membeli gas elpiji 3 Kg di pangkalannya. “Harus bawa data diri, karena kita gak mau ada yang nukar 2 atau 3 tabung bahkan lebih,”kata Juleha, Minggu (9/7/2023).
Di tengah isu kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji yang dijual dibeberapa pengecer tak membuat Juleha terpengaruh. Ia mengaku, saat ini masih menjual harga elpiji senilai Rp19 ribu per tabung sesuai dengan harga yang ditetapkan. “Jualnya masih normal Rp19 ribu. Tapi yang beli itu, kita data, nanti kalau mau beli lagi empat hari lagi baru datang,”lanjut Juleha.
Dipangkalannya itu, Juleha tak setiap hari mendapat pasokan gas elpiji dari agen. Ia pun hanya mendapat jatah dua kali penyetokan dalam seminggu dari agen gas elpiji. Untuk itu, Juleha melakukan pembatasan terhadap warga yang ingin membeli gas elpiji. Agar masyarakat disekitar pangkalan kebagian seluruhnya. “Saya dapat dari agen itu seminggu dua kali. Sekali pengirimannya 80 sampai 100 tabung gas,”ungkapnya.
Warga yang telah menunggu di pangkalan milik Juleha mengaku sangat terbantu dengan upaya yang dilakukan Juleha itu. Pasalnya bila harus membeli di pengecer, warga harus mengeluarkan biaya lebih banyak. “Kalau di pengecer itu bisa sampai Rp45 ribu satu tabung,”kata salah satu warga, Niken.
Hal yang sama diutarakan warga lainnya, Yana mengatakan, ia sudah sepekan ini harus berkeliling mencari gas. Selain mahal, untuk mencari gas di pengecer pun diakuinya cukup sulit. Untuk itu ia pun mencari pangkalan untuk mendapatkan elpiji 3 Kg meski harus antre dan membawa data diri berupa KTP. “Tadi bawa KTP biar di data. Jadi kalau di rumahnya sudah ada yang ambil, gak bisa ambil lagi kalau belum empat hari,”singkatnya.
Editor: Maruly Zainuddin