"Karena minim jahitan," kata dr. Arifin, Sabtu (8/7/2023).
Disebut minim jahitan karena sisa kulup atau kelopak kulit pada ujung kemaluan anak cukup dilem. Jahitan hanya sedikit saja. "Kalau dahulu kan jahit melingkar. Nah, metode ini jahitnya cuma di lingkar bawah, sisanya dilem," jelasnya.
Anak yang sudah dikhitan dengan metode Top Sealer akan bisa jalan seperti biasa. Dua hari sudah kering asal tidak banyak aktivitas seperti berenang dan lainnya. "Risiko pendarahan sangat kecil. Proses khitan juga cepat, paling empat menit selesai," ujarnya. Bahkan Top Sealer menjadi metode khitan terbaik dan yang paling mahal. "Biayanya Rp3 juta kalau di praktik," ucapnya.
Pemimpin Kanwil IV Pegadaian Balikpapan, Julianto menambahkan, khitanan massal gratis dilakukan setiap tahun dan kali ini diikuti 128 anak. "Ini TJSL di bidang kesehatan untuk masyarakat umum," imbuhnya.
Dia menyampaikan bahwa pendaftar sebenarnya lebih banyak. Namun beberapa peserta terkendala seperti ada yang sudah masuk sekolah. "Jadi menunda keikutsertaan," pungkas Pemimpin Pegadaian pulau Kalimantan ini.
Editor: Maruly Zainuddin