Area Manager Communication, Relations dan CSR Parta Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra mengaku bahwa pihaknya tidak dapat menindak pengecer yang menaikkan harga tabung gas elpiji 3 Kg.“Itu bukan kewenangan kami, karena Pertamina tidak memiliki kewenangan secara hukum untuk menindak pengecer yang sengaja menaikan harga diatas normal,” jelasnya, Jumat (30/6/2023).
Selain itu, ia mengaku kerap mendapatkan informasi adanya kenaikan harga yang tidak sesuai. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung gas elpiji 3 Kg di Samarinda itu berkisar Rp18 ribu. Namun tak ayal pihaknya menerima informasi dengan harga yang cukup tinggi yaitu per tabung mencapai Rp40 ribu.
“Kita berharap adanya pengawasan secara kolektif agar penyaluran gas elpiji bersubsidi itu dapat tepat sasaran, dan kami berharap juga tidak ada upaya penimbunan gas dari oknum yang tidak bertanggung jawab,” paparnya.
Terpisah, menanggapi adanya harga gas elpiji 3 Kg yang cukup tinggi, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas mengakui untuk HET tabung gas LPG 3 kg di Samarinda berkisar Rp18 ribu. “Dimana kita bisa dapatkan harga Rp18 ribu per tabung selain di SPBU. Karena memang harga tabung itu segitu, kalau di pengecer di atas Rp20 ribu bahkan ada yang sampai Rp50 ribu,” ungkapnya.
Bahkan, pihaknya juga berencana untuk melakukan kesepakatan terkait harga elpiji 3 Kg di Kota Samarinda agar masyarakat tidak merasa terbebani dengan harga yang berbeda-beda. “Semisal nanti kita tetapkan harga Rp20 ribu, terus ada yang jual Rp25 ribu kita tangkap saja lagi,” ujarnya.
Marnabas berharap persoalan tentang kelangkaan dan meningkatnya harga dari tabung gas elpiji ini dapat segera terselesaikan agar masyarakat tidak lagi mengeluh akibat dari persoalan tersebut.
Sebagai informasi, Koran Kaltim telah melakukan survei dibeberapa pengecer untuk mengetahui harga jual gas elpiji 3 kg. Terdapat beberapa pengecer yang menjual dengan harga Rp35 hingga Rp40 ribu.
Editor: Maruly Zainuddin