Jika dibandingkan dengan April 2022, nilai ekspor turun sebesar 27,75 persen.
Ketua Tim Stat Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Marinda Dami Priyanto menerangkan, penurunan dari ekspor nonmigas tercatat sebesar 15,58 persen.
"Secara kumulatif, nilai ekspor migas Kaltim selama Januari-April 2023 naik sebesar 15,80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2022," kata Priyanto, Senin (15/5/2024).
Menurut catatan BPS Kaltim, penurunan nilai terbesar ekspor nonmigas April terhadap Maret 2023 terjadi pada golongan bahan bakar mineral yang mengalami penurunan sebesar 14,16 persen.
Sedangkan kenaikan nilai terbesar terjadi pada golongan barang pupuk hingga 60,80 persen.
"Menurut sektor, selama periode Januari-April 2023 ekspor migas di Kaltim meningkat sebesar 8,87 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022," bebernya.
Tiongkok menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada April 2023 yakni sebesar 749,22 juta Dolar AS.
Kemudian, disusul dengan India sebesar 409,57 juta Dolar AS, dan Taiwan yang mencapai 149 juta Dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 59,05 persen.
"Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar 451,35 juta Dolar AS, dan 15,54 juta Dolar AS," imbuhnya.
Priyanto membeberkan, jika menurut pelabuhan asal barang para April 2023, Pelabuhan Samarinda berada pada urutan teratas dengan nilai sebesar 765,24 juta Dolar AS.
Sedangkan Pelabuhan Balikpapan sebesar 458,80 juta Dolar AS, dan Pelabuhan Tanjung Bara sebesar 422,63 juta Dolar AS.
Editor: Rusdianto