Sementara secara tahunan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan tercatat sebesar 4,54 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang 4,33 persen, dan lebih tinggi dibandingkan inflasi gabungan dua kota di Provinsi Kalimantan Timur yakni 4,46 persen.
Data tersebut berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan. Penyebab inflasi pada bulan laporan karena kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya yang memberikan andil 0,69 persen.
"Inflasi pada kelompok ini didorong oleh terbatasnya pasokan LPG di tengah tingkat konsumsi yang meningkat," kata Kepala Kpw BI Kota Balikpapan, R. Bambang Setyo Pambudi, Rabu (3/5/2023).
Kenaikan juga terjadi pada komoditas angkutan udara yang disebabkan oleh tingginya permintaan pada periode libur Idulfitri. "Inflasi juga terjadi pada komoditas bakso siap santap di tengah kenaikan harga bahan baku dan permintaan yang tinggi," sebutnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami deflasi antara lain cabai rawit seiring dengan normalisasi pasokan. Serta sawi hijau dan bayam yang mengalami peningkatan persediaan pada periode panen.
Editor: Rusdianto