Hal tersebut disampaikan Deputy Bisnis Area Balikpapan Susatya Pramana usai pembukaan Bazar Emas Pegadaian bertajuk "Ramadan Expo" di Mal Pentacity Balikpapan Superblock (BSB), Sabtu (8/4/2023).
"Harusnya yang nebus banyak karena orang juga butuh barang, tapi ternyata yang butuh uang juga banyak. Makanya kami berharap banyak yang butuh uang, karena kan untuk pertumbuhan supaya tidak turun," kata Susatya
Khusus bazar, Pegadaian menjual emas yang masa gadainya sudah jatuh tempo dan tidak pernah ditebus oleh nasabah.
"Tentunya berkualitas karena emas yang masuk Pegadaian sudah diseleksi, sudah dicek dan harganya dari kami relatif murah," ujarnya.
Dirinya bahkan menyebut tidak mengambil untung dari setiap transaksi pembelian emas selama bazar berlangsung sejak 4 hingga 9 April 2023 besok.
"Cuma mengambil pelunasan saja, tidak mengambil keuntungan. Jualnya sesuai harga pasar," tutur Susatya.
Pegadaian bahkan tidak mematok target realisasi transaksi. Emas perhiasan yang dijual pun disesuaikan dengan nilai intrinsik.
"Tidak ada target transaksi karena sebenarnya emas bisa dijual di cabang ataupun outlet pegadaian. Bazar ini karena momen Ramadan dan juga HUT ke-122," jelasnya.
Pegadaian Wilayah IV Balikpapan ditarget alami pertumbuhan bisnis sebesar 24 persen pada tahun ini. Sudah terealisasi 12 persen hingga triwulan pertama 2023.
"Sekarang kita lebih eksis di usaha mikro. Potensinya tinggi untuk kredit usaha mikro. Kalau gadai itu kan campur-campur. Kadang untuk konsumsi, kebutuhan anak sekolah. Tapi kalau mikro itu basisnya usaha dan harus disurvei, memiliki surat usaha," pungkas Susatya.
Untuk diketahui, Ramadan Expo juga dirangkai dengan perlombaan seperti menggambar, mewarnai dan fashion show. Turut pula ditampilkan UMKM yang bergerak di sektor kuliner serta busana.
Editor: Aspian Nur