Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinsos PM Kota Samarinda, Isfihani kepada Koran Kaltim mengatakan, di tahun 2023 pihaknya tetap akan menjalankan perencanaan program diantaranya adalah pengentasan Wanita Rawan Sosial dan Ekonomi (WRSE), serta masyarakat miskin ektrem yang ada di Kota Tepian.
Isfihani menyebutkan, beberapa program yang terus dilakukan oleh Dinsos PM Kota Samarinda dalam mengentaskan kemiskinan seperti memberikan bantuan yang diberikan sebagai pengurangan beban, kemudian peningkatan pendapatan keluarga, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan.
“Yang pasti di tahun ini tentu kita akan tetap menjalankan pelatihan-pelatihan sebagai upaya meningkatkan keterampilan keluarga miskin, sehingga kedepan dengan pelatihan tersebut mereka dapat membuka usaha baru,” ucap Isfihani.
Isfi mengungkapkan, dalam pelaksanaan pelatihan tersebut pihaknya menyasar kepada usia produktif yang berasal dari keluarga miskin serta miskin ekstrem. “Pelatihan yang bisa kita lakukan tentu seperti barista, servis HP, servis motor, cetak sablon, membuat kue, hingga tata rias,” ujarnya, Jumat (17/3/2023).
Dia menerangkan, untuk kriteria usia produktif yang dapat mengikuti pelatihan, telah tercantum di dalam data yang mereka milik. “Sehingga kita tidak kesulitan lagi dalam mencari siapa saja peserta dalam kegiatan pelatihan tersebut, ini juga menjadi upaya kita agar di tahun 2024 zero miskin ekstrem dapat tercapai di Kota Samarinda,” ungkap Kepala Dinsos Samarinda tersebut.
Editor: Koran Kaltim