Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Camat Balikpapan Barat, Kapolsek Balikpapan Barat, Danramil 0905-02, Perwakilan Dinas Sosial Kota Balikapapan, Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah barat serta Lurah Margasari bersama ketua LPM Kelurahan Margasari dan Kelurahan Baru Tengah.
Kampung Atas Air merupakan pemukiman yang berada di wilayah pesisir Teluk Balikpapan. Tipe hunian di kawasan tersebut merupakan rumah panggung berkayu, dengan jarak antara rumah ke rumah yang cukup padat.
Dengan kondisi seperti itu warga merasa perlu dilakukan adaptasi dalam penanggulangan bencana. Salah-satu upayanya adalah dengan sistem hidran kering.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengenalan alat pemadaman basah seperti nozzle, APD, hidran kering dan cara penggunaannya.
Pemateri dari BPBD Kota Balikpapan, Frans Martin menyampaikan bahwa ketika hidran kering sudah mulai dioperasikan, maka kebakaran sudah pada level api puncak karena suhu api tinggi dan risiko yang diakibatkanpun juga tinggi.
"Maka dari itu, pemadaman tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan APD karena alasan keselamatan. Hal ini sering tidak diperhatikan oleh masyarakat umum ketika bencana kebakaran melanda pemukiman mereka. Kondisi pemukiman kampung atas air menjadi alasan kenapa pelatihan seperti sangat tepat karena api dapat diprediksi akan sangat cepat membesar dan menyebar," kata Frans menjelaskan.
Setelah sesi pemaparan materi, masyarakat diajak langsung untuk praktek dimulai dengan memfungsikan hidran kering yang ada di RT 32, RT 15, RT 29 dan RT 30 Kelurahan Margasari. Air yang dibawa oleh mobil damkar UPTD Wilayah Barat dihubungkan dengan siamese connection di pangkal pipa.
Air mengalir ke sepanjang pipa dan keluar melalui hidran yang dipasangkan selang tersambung nozzle. Kemudian nozzle digunakan untuk menembakkan air ke sasaran.
Pelatihan dilanjutkan dengan briefing sistem kerja alat oleh Ketua KSB Margasari, Abdal dan Ketua KSB Baru Tengah, Imam Basuni. Masyarakat yang terlibat dalam pelatihan ini mendapat kesempatan langsung untuk menggunakan APD lengkap dan menembakkan air ke sasaran.
Danramil 0905-02 Balikpapan Barat, Mayor Czi M Salim menyampaikan, bahwasanya masyarakat adalah relawan yang harus mengerti mengenai cara berpikir dan cara bertindak yang sesuai ketika bencana melanda.
"Maka, ketika masyarakat sudah memiliki kemampuan dan keterampilan, risiko pun dapat dikurangi sebanyak 50%. Pelatihan ini sangat diperlukan untuk KSB dan juga masyarakat umum di Kampung Atas Air agar ketika panik, masyarakat dapat penik dengan pintar dan mengerti situasi," kata Salim.
Sementara Pjs Area Manager Comm, Rel, dan CSR PT KPI Unit Balikpapan, Lifania berharap simulasi hidran kering ini dapat menambah kemampuan kelompok KSB, juga masyarakat kampung atas air.
“Pelatihan ini merupakan pelengkap pelatihan sebelumnya yaitu edukasi penanganan bencana di skala Rumah Tangga untuk Ibu Rumah Tangga, Pelatihan Pemadaman Basar dan Pelatihan menggunakan APAR. Kedepan, anggota KSB juga diharapkan dapat berkontribusi lebih luas dengan berbagai ilmu yang telah diberikan saat pelatihan," tutup Lifania.
Sebagai informasi, KSB merupakan kelompok binaan PT KPI Unit Balikpapan yang bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam memitigasi dan menanggulangi bencana baik alam maupun non alam.
PT KPI melihat kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 yakni menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Selain itu juga selaras dengan poin 13, mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya.
Editor: Aspian Nur